Books Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan Free Download

Details Books Toward Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan

Original Title: Sebuah Dunia yang Dilipat: Realitas Kebudayaan Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Postmodernisme
ISBN: 6029876201 (ISBN13: 9786029876208)
Edition Language: Indonesian URL http://pustakamatahari.co.id/katalogpic/filsafat/review-dunia-yang-dilipat.html
Books Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan  Free Download
Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan Paperback | Pages: 508 pages
Rating: 3.82 | 262 Users | 23 Reviews

Mention Out Of Books Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan

Title:Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan
Author:Yasraf Amir Piliang
Book Format:Paperback
Book Edition:3
Pages:Pages: 508 pages
Published:April 2011 by Pustaka Matahari (first published 1998)
Categories:Nonfiction

Interpretation During Books Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan

Bayangkan bahwa dunia itu seperti selembar kertas. Bagai seorang ahli origami, lipatlah kertas tersebut menjadi dua, empat, delapan, enam belas, dan seterusnya, sampai pada satu titik kertas itu tidak bisa dilipat lagi, bagaimanapun dilakukan. Kertas itu tidak dapat dilipat lagi disebabkan ada batas kemampuan struktur kertas tersebut yang menahan perubahan dirinya.

Pemaksaan —berupa penekanan, pemadatan, pemampatan, atau perusakan akan memungkinkan kertas dilipat lebih lanjut. Akan tetapi, ini berarti kita melampaui batas-batas struktur, sifat, dan karakteristik yang seharusnya tidak dilewati. Melipat melewati batas yang seharusnya tidak dilewati —melalui cara pemaksaan, pemadatan, pemampatan, penekanan, perusakan, dan pengerdilan (miniaturisasi)—itulah lukisan sesungguhnya dari apa yang disebut sebagai dunia yang dilipat yang ingin dilukiskan dalam buku ini.

Melipat Waktu, Melipat Ruang, Melipat Tanda, Melipat Budaya; itulah empat bahasa besar yang termuat dalam buku ini. Berbagai fenomena budaya kontemporer dibedah dan dianalisis menggunakan berbagai teori yang bisa dikatakanbelum lama diperkenalkan kepada publik Indonesia. Dalam buku ini, Yasraf juga memberikan paparan mendasar tentang berbagai teori yang digunakannya, sehingga memudahkan pembaca untuk memasuki berbagai telisikannya, serta menunjukkan bahwa teori-teori tersebut bukan semata tempelan agar terkesan ilmiah dan berwibawa.

Dalam edisi ketiga ini, telah dimasukkan kembali "Pengantar Penulis", "Prolog" dan "Epilog" dari edisi kesatu, mengganti dua tulisan lama dengan tujuh tulisan baru, plus sebuah postscript dan sebuah DVD berisi kuliah yang meresume materi buku Dunia yang Dilipat ini. Inilah salah satu buku yang wajib dibaca bagi mahasiswa, dosen atau khalayak umum yg ingin memahami budaya kontemporer sembari mengamati dari dekat jeroan budaya tersebut.

Rating Out Of Books Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan
Ratings: 3.82 From 262 Users | 23 Reviews

Write-Up Out Of Books Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan
sip

mana soft copinya.....

145626 Ketika Yasraf baru muncul dan postmo sedang heboh, sempat juga kagum pada penulis ini. Sempat kepikiran, rupanya beginilah gaya menulis yang khas postmo. Tapi baru pada artikel ketiga segera terasa pengulangan gaya, dengan sedikit sekali substansi baru.Membosankan.Semakin ke sini, Yasraf tak beranjak. Terus berasyik masyuk dengan gayanya. Sempat-sempatnya lagi, di bagian pengantar, memuji diri sendiri, walah nggak sopan. :)Setelah membaca perdebatan di milis jurnalisme yang dipicu kritik

tidak ada yang baru ketika saya membacanya saat buku ini baru diterbitkan cetakan I tahun 1998 (atau kurang) lalu...terus terang, harapan saya terlalu tinggi, tapi ketika dibaca... yaaah.... cuma segitu aja??? hehehe...

Belum baca! Baru sempat lihat cover-nya :-)

puyeng..puyeng..puyeng..tuing..tuing..tuing..tuing..beraaaaattt...abis baca buku ini kayaknya jadi tambah bodoh :D

klasik, klasik..meski mungkin bukan lagi barang baru di sana, tapi di Indonesia masih jarang khazanah baru yang mencerahkan seperti ini.sori, sedikit "hiperrealitas". hehehe...

0 Comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.